Itulah kata-kata menyeramkan yang tampil di iklan rokok untuk mengancam para perokok. Apakah ancaman ini akan efektif bagi mereka untuk tidak merokok lagi? Saya yakin bahwa itu hanya jadi bahan tertawaan dan candaan bagi mereka.
Saya heran, larangan merokok, ancaman, gertakan dan berbagai upaya lain di lancarkan seperti serangan bagi para perokok datang tiada hentinya. Seperti orang yang memiliki dendam kesumat yang tak ada habisnya. Mereka bersatu mendirikan sebuah organisasi untuk memusuhi perokok, bahkan sampai menggunakan isu agama dengan mengeluarkan fatwa merokok itu haram. Padahal di dalam kitab suci di sebutkan bahwa janganlah kamu menghalalkan sesuatu yang haram dan mengharamkan sesuatu yang halal.
Begitu banyak serangan dan kecaman bagi para perokok yang ternyata tidak mendapat tanggapan dan perlawanan dari mereka seakan-akan dianggap sebagai angin lalu saja. Hal ini ternyata menjadi api yang semakin membakar para penyerang itu. Begitulah kenyataan yang terjadi.
Merokok dapat membunuhmu. Semenjak rokok di temukan, belum pernah ada berita yang mengatakan ada orang mati ketika sedang merokok. Tapi berita kematian ketika lagi berkendara, berolah raga, makan, tidur dan sakit atau melahirkan sering muncul di surat kabar. Saya dapat membuktikan bahwa ada perokok berat yang usianya mencapai 80 tahun dengan keadaan tubuh masih segar bugar. Paman saya yang perokok berat berusia 50 tahun masih menang adu lari dengan anak muda berusia 20 tahun.
Perokok pasif lebih beresiko dari pada perokok aktif. Mungkinkan orang yang kena getah nangka lebih kenyang dari orang yang makan nangkanya?
Tulisan ini tidak bermaksud membela atau mendukung para perokok. Saya menyatakan dan mengakui bahwa merokok itu dapat mengganggu kesehatan dan merupakan salah satu pemicu penyakit kanker (termasuk kantong kering). Untuk himbauan kepada mereka gunakanlah cara-cara yang elegan dan beretika sebagai orang intelek yang berpendidikan dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku apalagi melanggar norma agama.
Bagi para perokok, sepantasnyalah menghargai orang-orang dilingkungan anda. Jangan merokok di dalam angkot atau tempat tertutup yang asapnya dapat mengganggu pernafasan orang lain. Sebagai perokok, anda lebih tahan terhadap efek buruk yang ditimbulkannya daripada mereka yang tidak merokok karena kekebalan tubuh (imun) akibat kebiasaan merokok anda telah muncul.
Sebagai perokok, gunakan trik-trik khusus untuk mengurangi akibat yang ditimbulkannya antara lain :
- Basahi tenggorokan anda sebelum menghisap sebatang rokok. Hal ini berguna agar racun yang terkandung didalamnya tidak menempel di saluran pernafasan anda.
- Seringlah mengkonsumsi makan yang memiliki zat asam yang kuat seperti nenas muda dan mangga muda.
- Sesekali minumlah susu kental manis langsung tanpa dicampur dengan air. Ini mampu mengikat zat-zat berbahaya dan membawanya ke saluran pembuangan.
- Berolahragalah secara rutin agar kondisi tubuh dan pernafasan tetap stabil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar